TAKE IT OR LEAVE IT : THANKS KAMIADA JUNIOR

Dalam hidup ini kita akan bertemu hal yang kita suka atau kita benci.
Dalam hidup ini kita akan bertemu mereka yang pro dan yang kontra.

Hidup memang menawarkan banyak hal termasuk pilihan untuk bersama atau berpisah.
Keberhasilan biasanya akan memiliki banyak teman dan kegagalan mengambil resiko untuk ditinggalkan.

Sama seperti yang terjadi saat gw gagal bersama tim yang hampir satu tahun ini gw latih yaitu Kamiada FC Junior. Gagal menjadi yang terbaik adalah bayaran yang pantas untuk berpisah dari mereka yang sudah percaya dengan apa yang gw lakukan bersama klub.

Strategi Powerplay penyebabnya ? Sebetulnya hal yang sama akan terjadi saat tidak ada strategi powerplay pun di dunia ini. Saaat berhasil dengan sebuah strategi atau gagal itu hanya soal bagaimana kita bisa menerima cara kita kalah atau cara kita menang. Saat menang tidak sedikit yang gembira tapi saat kita gagal sudah dipastikan banyak yang kecewa.

Memiliki jiwa besar menerima kegagalan tidak mudah, tapi gw mengerti konsekuensi dari sebuah kegagalan adalah perpisahan.

10 bulan yang menyenangkan bersama Kamiada FC Junior, kelebihan klub tersebut memiliki pemilik klub yang antusias dengan pembinaan serta rela merogoh kocek lebih dalam untuk membiayai klub penuh kejutan tersebut. Kekurangannya ? Biarlah gw simpan rapat-rapat karena gw selalu berusaha melihat sesuatu dari sisi baiknya.

Sama saat kita memilih pasangan, kita akan selalu siap menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangan kita yang nantinya kita ambil sebagai pasangan hidup, atau berpisah sebagai sebuah kenangan.

Yup take it or leave it.

Terima kasih Kamiada FC, terima kasih pemilik klub serta jajaran manajemen dan tentunya para pemain.

GRUP B : MENANTI KEJUTAN


Kepergian Electric PLN dan Libido FC dari group B Blend Futsal League tahun ini menjadi pukulan telak bagi pecinta futsal tanah air yang berharap grup neraka hadir di grup B tahun ini.

Secara kasat mata baik materi tim dan persiapan ada 3 tim yang gw prediksi akan mewakili 2 tempat di final four kali ini. Dua finalis tahun lalu patut dikedepankan untuk kembali hadir di babak Final Four

1. VAMOS FC MATARAM

Vamos berbenah dengan menambah amunisi sekaligus nakhoda baru Coach Deha. Walau seorang legenda futsal Indonesia, Deha bukanlah tanpa cela. Pengalaman sebagai pelatih tentu berbeda dengan saat dia jaya sebagai pemain. Sayan Karmadi sudah membuktikan dia mampu menjadi “pembantu” yang melayani bakat-bakat hebat Papua di Blacksteel pada tahun pertamanya sebagai pelatih di kasta tertinggi Liga Futsal Indonesia tahun lalu.

Deha diuntungkan materi pemain Vamos yang semakin kinclong dengan kedatangan Mat Gebok Ardi Jawa, Reza Yamani serta Iqbal yang menyebrang dari tim juara tahun lalu. Tinggal bagaimana kita melihat kinerja Dhea dikursi panas pelatih Vamos FC yang tahun ini tentu ingin menebus kegagalan drama pinalty tahun lalu.

2. Blacksteel FC

Juara bertahan tahun akan semakin mendapatkan ujian, jika tahun lalu mampu bermain tanpa beban sebagai tim promosi. Tahun ini Sayan Karmadi akan menghadapi ribuan kali lipat semangat tim lain saat menghadapi Runtuboy dkk. Masuknya kiper muda potensial Kendra gw yakini mampu memberikan kenyamanan Ikhsan sebagai kiper utama. Setidaknya saat Ikhsan tidak hasir ada pengganti yang sepadan dengan kiper yang mulai berkarir di timnas futsal Indonesia tersebut. Kedatangan Hamzah dan Agus serta Samuel Amo juga diyakini mampu menambah daya gedor klub asal Manokwari tersebut yang sebelumnya sudah dihuni Ardi Runtuboy, Jhon serta Jerry.

3. Bintang Timur Surabaya

Kalau ada kejutan yang paling mungkin hadir dari klub kaya asal Surabaya, Bintang Timur Surabaya. BTS tahun ini jauh lebih kuat dengan kedatangan beberapa pemain seperti Caca, Gusti Dian, Nonci membuat BTS jauh lebih segar dengan darah muda yang punya potensi besar. Bahkan Caca dan Gusti Dian masuk dalan skuad AFF Futsal 2016 kemarin di Bangkok. Sektor pelatih pensiunnya Kharismawan membawa berkah bagi klub kebanggaan Surabaya tersebut, karena Kharismawan dengan segudang pengalamannya sebagai pemain tentu mampu membantu Coach Eko Purbo yang sudah 3 musim melatih BTS Surabaya. Bahkan persiapan yang dilakukan tidak main-main, Anza Rizal dkk sempat berguru ke Negeri Sakura Jepang. BTS kembali jadi kuda paling hitam di grup B tahun ini.

4. BJL 2000 Shiba

Merger 2 klub raksasa asal Jawa Tengah menghadirkan kekuatan baru dipentas futsal Indonesia. Duet Coach Kocoy dan Ade Lesmana gw yakin bisa mengangkat mental anak-anak Jawa Tengah dan DIY yang ada di tubuh BJL 2000 Shiba. Prestasi juara Gubernur NTB Cup tahun lalu menjadi bukti kalau mereka tidak bisa dianggap sebelah mata. Kepergian Coach Qusmaini menjelang kompetisi gw yakini bisa ditutupi oleh duet pelatih yang sudah bersama lebih dari 6 tahun tersebut.

Kalau ada kendala adalah tim ini akan menghadapi musim yang terjal karena merombak hampir seluruh punggawa mereka yang membawa ke final four tahun lalu. Patut dinantikan apakah rekor selalu tampil di final four milik Coach Kocoy dan Ade Lesmana akan tetap bertahan tahun ini.

5. Kaimana FC

Hadir di Liga Pro tahun ini sebagai klub yang membeli Libido FC, Kaimana FC yang ditukangi oleh duet Mario Silitonga dan Arnold mencoba bertahan di Liga Pro dengan menggunakan pemain-pemain asal tanah Papua. Praktis hanya 2 nama Geordy dan Al Fajri yang tahun lalu bermain di level Liga Profesional. Mario diuntungkan dengan tidak terbacanya kemampuan mereka oleh tim lain. Dan sikap nothing to lose tiap pertandingan bisa menjadi senjata mereka mengarungi musim ini.

6. Kancil BBK Pontianak

Jangan sekalipun meremehkan klub asuhan Naim Hamid ini. Mereka punya potensi besar melalui pemain lokal asal Kalimantan Barat yang mayoritas sudah bersama sejak 3 tahun terakhir. Kebersamaan dan sikap nothing to lose akan diperlihatkan para pemain Kancil BBK disetiap laga yang mereka mainkan. Coach Naim beruntung memiliki pemain yang siap berkorban untuk tim disetiap laganya. Wahid dkk pasti akan memanfaatkan tahun pertamanya mereka hadir di Liga Pro untuk mengejutkan banyak pihak. Jadi Waspadalah

7. SFC Planet

Hadir ke Liga Profesional sebagai juara Liga Nusantara tentunya prestasi yang mentereng. Tapi tidak ada jaminan jalan mereka akan mudah di kasta tertinggi ini. Coach Yori dengan segudang kepintarannya akan dihadapkan dengan lawan-lawan berkualitas di grup B Blend Futsal Legaue tahun ini. Sayangnya tidak banyak perubahan pemain dikubu SFC Planet. Itu yang membuat gw agak khawatir mereka hanya numpang lewat di liga tahun ini.

8. Electric PLN

Hanya keajaiban yang bisa menghadirkan Electric PLN berlaga di Liga Pro kali ini. Pukulan telak bagi futsal Indonesia saat salah satu klub legenda kembali hilang setelah sebelumnya FKB Bandung dan Jaya Kencana tidak terhindarkan dari jeratan degradasi.

GRUP A PEKAN I : BUAH PERSIAPAN MATANG


pic by Bolalob

Pekan pertama Grup A BFL 2017 sudah digelar kemarin 4-5 Februari di GOR UNY Jogjakarta,
berikut ini gw coba sedikit memberikan sudut pandang gw setelah overall melihat seluruh pertandingan yang sudah dilangsungkan.

Hanya 2 klub yang mampu meraih poin sempurna dari 2 pertandingan yaitu Giga FC dan Permata Manokwari, apa yang membuat kedua klub tersebut bisa meraih 2 kemenangan adalah buah dari persiapan yang matang pada Pre Season. Giga FC bahkan berhasil mengalahkan 2 tim pesaing mereka untuk bisa lolos final four ditahun pertama keikutsertaan mereka setelah membeli BTG Platinum Bekasi tahun lalu. Coach Yola dibantu Coach Afri Afdallah setidaknya sudah berada dijalur yang benar menuju babak final four karena memulai dengan baik tentunya merupakan salah satu syarat menuju prestasi.

Komposisi pemain dari 3 grup yang disiapkan setiap pertandingan berjalan dengan sangat baik. Kecepatan Obama dan Rommel dipadukan dengan pengalaman Amril dan Ekom Puji menjadi sebuah momok bagi pertahanan lawan. Lalu BTG Connection di tubuh Widy, Raka serta Peking di topang liarnya Jeni tidak kalah mentereng tentunya. Coach Yolla sedikit beruntung memiliki waktu persiapan yang sangat ideal untuk menuju pekan pertama dan meraih hasil sempurna.

Sedang di kubu Permata Manokwari langkah yang dijalani tidaklah terlalu mudah, setelah berhasil mengalahkan peringkat 3 tahun lalu, Biangbola. Anak asuh Arif Mou justru antiklimaks saat menghadapi Kamiada Pelindo IV, beruntung Permata punya sederet pemain pengalaman sekelas Fhandy Permana yang mampu mengunci kemenangan disisa 16 detik laga berdarah mereka melawan saudara Makassar mereka ditubuh Kamiada FC. Persiapan matang dan komposisi pemain “liar” di kubu Permata Manokwari bisa meraih 2 kemenangan dipekan pertama tidak terlepas dari Coach Arif yang memang lebih cocok melatih tim kuda hitam kompetisi.

Permata dan Giga adalah klub yang punya potensi mengejutkan, kesulitan terbesar nantinya adalah menjaga konsistensi karena berkaca tahun lalu bagaimana digdaya Elcteric PLN di awal kompetisi harus dibayar mahal dengan tidak lolosnya mereka ke babak final four.

Lalu kenapa APK Kaltim dan Biangbola tanpa poin di pekan pertama.

APK memang hadir di BFL sebagai tim promosi, tapi melihat materi yang ada sebetulnya APK Kaltim bisa bicara lebih dari sekedar mencoba bertahan dari jurang degradasi hanya saja terkadang tidak beruntung merupakan faktor X dalam sebuah pertandingan. Pemain senior ditubuh APK juga bisa dibilang belum bekerja dengan baik, praktis baru Ivan Cahyadi yang secara permainan cukup stabil.

Yang sedikit aneh Biangbola, persiapan cukup oke, materi pemain tidak banyak berubah namun tidak ada satu poin pun mereka raih. Pertandingan pertama melawan Permata Manokwari bisa dibilang kalah motivasi, mereka sempat bertemu di pre season sebuah turnamen di Tasikmalaya (kalo ga salah) dan dimenangkan oleh Biangbola. Kalo gw bilang sih terkadang sebuah tim bisa jenuh dan butuh motivasi lebih, tapi gw yakin Biangbola akan bangkit pertandingan berikutnya.

Antam, Kamiada, Pelindo II dan Mataram sudah meraih poin walau belum maksimal dan ke empat klub tersbut kecuali Mataram FC bisa dibilang mepet dalam hal persiapan. Mataram FC memang belum terkalahkan dengan 1kali imbang dan 1 kali menang, tapi dengan materi pemain mumpuni dan target besar lolos 4 besar harapan semeton tentu mereka bisa memulai kompetisi dengan baik. Coach Bewe pasti tahu apa yang harus dia lakukan menghadapi pertandinagn selanjutnya.

Coach Dadang (IPC Pelindo), Coach Windu (Kamiada FC), Coach Issa (Antam) akan memanfaatkan jeda 1 minggu sebelum pertandingan ketiga dan keempat digelar di Mataram 18-19 Februari dengan memperispakan timlebih baik, patut ditunggu kinerja pelatih-pelatih kenamaan ini dalam memperbaiki performa tim mereka. Khusus Kamiada untuk sekelas tim promosi yang melakukan persiapan mepet secara permainan cukup merepotkan 2 tim bagus yang lebih berpengalaman. Kamaida FC bisa menjadi batu sandungan jika klub lawan meremehkan Renaldi dkk yang main tanpa beban.